Rabu, 16 November 2022
Seni Memaafkan Diri Sendiri
Halaman 20-25
Refleksi
(20-22)
Pada masa-masa yang lalu, aku menyampaikan salam pisah sedalam-dalamnya. Terima kasih tak terhingga atas pelajaran berharga yang tak kutemui di sepanjang sekolah. Kamu, telah menjadi sosok yang pernah ada dalam hati, bersarang setiap hari di pikiran, dan pernah di perjuangkan.
Kita ada adalah fragmen luka yang berkali-kali mencoba memperbaiki keadaan. Kita adalah fragmen duka yang kerap tak mendengar suara dari sana sini. Aku adalah lakon yang menjalani segala perih dan bahagia bersama kamu, di masa lalu. Tidak apa, Tuhan tak menakdirkan bersama. Segala yang terjadi selalu ada kisah balik yang di kenang.
Hal yang saya dapatkan dari bacaan di atas adalah memaafkan diri sendiri dan melupakan masa lalu. Selain itu kita juga harus mengembangkan diri sendiri agar menjadi lebih baik lagi ke depannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar